Screnshot video tiktok SPPG Lojajar Bondowoso.
Jurnalis : Ubay
BONDOWOSO, PATENNANG.COM – Video viral yang memperlihatkan aksi joget sejumlah petugas di area dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lojajar, Kecamatan Tenggarang, memicu gelombang kritik dari berbagai pihak.
Insiden yang dianggap mengabaikan etika profesionalisme dan standar kebersihan di area pengolahan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini turut disorot oleh Wakil Bupati Bondowoso hingga Kepala Desa setempat.
Dilansir dari media online Lensa Nusantara, pada Senin (23/3/2026) Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafi’i, yang juga sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG menegaskan bahwa persoalan tersebut telah disampaikan kepada seluruh pihak terkait melalui jalur koordinasi internal. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
“Baik, sudah kami sampaikan di grup SPPG agar menjadi perhatian, dan insyaallah selanjutnya akan dilakukan pembinaan. Kami berharap ke depan akan lebih baik lagi,” ujarnya.
Dengan adanya respon dari Wakil Bupati tersebut, publik kini menanti langkah konkret dari satgas MBG dalam melakukan pembinaan serta pengawasan lebih ketat ke depannya.
Pemerintah daerah juga diharapkan dapat memastikan bahwa seluruh aktivitas di SPPG berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, mengingat peran pentingnya dalam pelayanan kepada masyarakat.
DINILAI MENCORENG NAMA DESA LOJAJAR
Senada dengan Wakil Bupati, Kepala Desa Lojajar juga ikut buka suara. Ia menyatakan rasa kecewanya karena fasilitas yang berada di wilayah administratifnya justru menjadi sorotan negatif akibat perilaku oknum petugasnya. Menurutnya, setiap instansi yang beroperasi di wilayah desa harus mampu menjaga etika dan norma kesopanan agar tetap selaras dengan budaya masyarakat lokal.
“Saya selaku kepala desa lojajar meminta maaf kepada teman-teman media, gara-gara orang berinisial A, nama desa lojajar juga ikut tercoreng” kata Kades Lojajar, Ervan, Senin, (23/03/2026) dilansir dari media Sibernews.co.id.
Menurut Ervan, Pemdes lojajar dan masyarakat menata desa lojajar kedepan supaya lebih baik, apalagi di tahun 2024 lalu desa Lojajar menjadi salah satu desa terbaik di Bondowoso.
Dengan adanya berita viral terkait SPPG Lojajar, ia merasa nama baik desanya juga ikut tercoreng.
Ervan berharap, tim Satgas MBG Bondowoso dan BGN memberikan tindakan, jangan hanya pembinaan saja, biar ada efek jera, agar kedepan lebih baik lagi.
Sementara, pihak SPPG Lojajar belum memberikan pernyataan klarifikasi secara resmi terkait hal tersebut.(*)
