Wagub Emil: Rekonstruksi Jembatan Nangkaan Bondowoso Dipercepat Mulai Ramadan Ini

Diposting pada
IMG 20260225 WA0055

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak, saat meninjau jembatan Sukowiryo Nangkaan, Bondowoso, pada Rabu (25/2/2026).

Jurnalis : Ubay

Bondowoso, PATENNANG.COM – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak, meninjau langsung kondisi ambrolnya jembatan Sukowiryo Nangkaan, Bondowoso, pada Rabu (25/2/2026).

Wagub Emil mengatakan, jembatan Sukowiryo Nangkaan yang menjadi akses vital penghubung Kabupaten Bondowoso-Jember itu menjadi kewenangan Pemprov Jatim.

Usai ambrol beberapa hari lalu, jambatan Nangkaan akan segera diperbaiki pada bulan ramadan ini dengan anggaran 17,5 miliar.

“Secara teknis dan anggaran sudah siap, tinggal penandatanganan kontrak. Karena sekarang ditutup total, kami upayakan mulai lebih awal, Insya Allah bisa dimulai bulan Ramadan,” ujar Wagub Emil, saat tinjau jembatan Nangkaan.

Nantinya, desain baru akan menggunakan balok girder dengan konstruksi yang lebih kokoh dan tahan lama. Sedangkan waktu pengerjaan jembatan diperkirakan sekitar delapan bulan.

Tak hanya diperkuat, lebar jembatan juga akan diperluas dari 9 meter menjadi 14 meter guna menunjang kelancaran arus lalu lintas dan mengantisipasi pertumbuhan kendaraan di masa mendatang.

Semula proyek direncanakan mulai April 2026 dengan asumsi jembatan masih dapat dilalui. Namun karena kondisi tidak memungkinkan, percepatan dilakukan untuk meminimalkan dampak terhadap aktivitas masyarakat.

Menurut Wagub Emil, kondisi jembatan yang diperkirakan telah berusia lebih dari satu abad memang sudah rapuh dan mendesak untuk dibangun ulang.

Emil memastikan, selama pembangunan jembatan, tidak bisa menggunakan jembatan darurat. Dengan bentang mencapai 50 meter, pembangunan jembatan darurat dinilai berisiko tinggi, apalagi lokasi akan dilakukan penggalian saat konstruksi berlangsung.

Ia menegaskan, pengorbanan selama masa pembangunan akan terbayar dengan hadirnya jembatan yang lebih lebar, lebih kuat, dan lebih aman untuk jangka panjang.

Trending :
Menaker Ida Fauziyah Umumkan Regulasi THR Keagamaan 2024

Terkait dampak ekonomi akibat penutupan jembatan, Emil meminta masyarakat bersabar. Ia mengaku memahami kesulitan pelaku usaha dan warga sekitar, namun belum dapat memastikan bentuk bantuan.

“Kami tidak ingin memberi janji kosong. Akan kami analisa dulu kemungkinan tali asih atau skema bantuan yang bisa meringankan beban warga. Setelah koordinasi dengan Ibu Gubernur dan Pak Bupati, akan kami sampaikan resmi,” pungkasnya.(*)